…..Terima Kasih Atas Kunjungan Anada di Blog Iccky…..

Sunday, 18 March 2012

Rekonsiliasi Bank

Menambah saldo perusahaan :

  1. Penerimaan yang telah dicatat oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan, misalnya : Hasil inkaso bank, Jasa Giro, Transfer bank 
  2. Kesalahan perusahaan mencatatan pengeluaran perusahaan terlalu besar 
  3. Kesalahan perusahaan mencatatan penerimaan perusahaan terlalu kecil. 
Mengurangi saldo perusahaan
  1. Pengeluaran yang sudah dicatat oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan, misalnya : Biaya administrasi bank, Cek ditempat 
  2. Kesalahan perusahaan mencatat pengeluaran terlalu kecil 
  3. Kesalahan perusahaan mencatatan penerimaan perusahaan terlalu besar. 
  4. Setoran cek tidak cukup dana / cek kosong. 
Mempengaruhi saldo bank : 
Menambah saldo bank
  1. Setoran atau penerimaan perusahaan yang sudah dicatat oleh perusahaan tetapi belum dicatat bank, misalnya : o Setoran dalam proses o Penerimaan tagihan belum disetor ke bank 
  2. Kesalahan bank mencatat pengeluaran perusahaan terlalu besar. 
  3. Kesalahan bank mencatat penerimaan perusahaan terlalu kecil. 
Mengurangi saldo bank : 
  1. Pengeluaran yang sudah dicatat oleh perusahaan tetapi belum dicatat oleh bank, misalnya : Cek dalam peredaran 
  2. Kesalahan bank mencatat pengeluaran perusahaan terlalu kecil. 
  3. Kesalahan bank mencatat penerimaan perusahaan terlalu besar. 
Istilah-istilah dalam rekonsiliasi bank
  • Deposito dalam perjalanan (deposit in transit) Penyetoran perusahaan ke bank, yang belum dicatat dalam rekening koran bank 
  • Inkaso adalah Penagihan piutang dengan menggunakan jasa bank 
  • Outstanding check Cek yang telah dikeluarkan oleh perusahaanuntuk melakukan pembayaran, tetapi belum dicairkan oleh pemegangnya. 
  • Non sufficient Fund check Cek yang diterima oleh perusahaan yang harus dibatalkan, karena tidak didukung oleh dana yang cukup (cek kosong)
  •  Debit memo segala bentuk pembebanan oleh bank terkait dengan layanan yang telah diberikan oleh pihak bank. 
  • Credit memo segala bentuk penambahan nilai deposito yang bukan disebabkan penyetoran oleh nasabah atau sejenisnya. 
TEKNIK PENYUSUNAN LAPORAN REKONSILIASI BANK
Rekonsiliasi bank dapat dilakukan dengan 2 cara : 
1. Rekonsiliasi bank terhadap saldo akhir saja 
2. Rekonsiliasi bank terhadap saldo awal, penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir 

Tujuan : 
1. Rekonsiliasi bank menuju saldo / catatan yang benar 
2. Rekonsiliasi menuju saldo / catatan menurut perusahaan
Selengkapnya...

Syeikh Ahmad Khatib Sambas

Syeikh Ahmad Khatib Sambas adalah seorang ulama yangmendirikan perkumpulan Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah.Perkumpulan thariqah ini merupakan penyatuan dan pengembangan terhadap metode dua thariqat sufi besar. Yakni Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Ahmad Khatib Sambas dilahirkan di daerah Kampung Dagang,Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan shafar 1217 H. bertepatandengan tahun 1803 M. dari seorang ayah bernama Abdul Ghaffar bin Abdullahbin Muhammad bin Jalaluddin. Ahmad Khatib terlahir dari sebuah keluargaperantau dari Kampung Sange’. Pada masa-masa tersebut, tradisi merantau(nomaden) memang masih menjadi bagian cara hidup masyarakat di KalimantanBarat.Sebagai sebuah daerah yang dibangun oleh Raja Tengah, keturunan dari rajaBrunei Darussalam, pada tahun 1620 M. dan menobatkan diri sebagai sebuahkerajaan sepuluh tahun kemudian. Maka wilayah Sambas adalah daerah yangtelah memiliki ciri-ciri kemusliman khusus sejak Raden Sulaiman yang bergelarMuhammad Tsafiuddin dinobatkan sebagai Sultan Sambas pertama.Pada waktu itu, rakyat Sambas hidup dari garis agraris dan nelayan. Hinggaditandatanganinya perjanjian antara Sultan Muhammad Ali Tsafiuddin (1815-1828) dengan pemerintahan kolonial Belanda pada tahun 1819 M. Perjanjian ini membentuk sebuah pola baru bagi masyarakat Sambas yakni, perdagangan maritim.Dalam suasana demikianlah, Ahmad Khatib Sambas menjalani masa-masa kecildan masa remajanya. Di mana sejak kecil, Ahmad khatib Sambas diasuh olehpamannya yang terkenal sangat alim dan wara’ di wilayah tersebut. Ahmadkhatib Sambas menghabiskan masa remajanya untuk mempelajari ilmu-ilmu agama, ia berguru dari satu guru-ke guru lainnya di wilayah kesultanan Sambas.Salah satu gurunya yang terkenal di wilayah tersebut adalah, H. NuruddinMusthafa, Imam Masjid Jami’ Kesultanan Sambas.Karena terlihat keistimewaannya terhadap penguasaan ilmu-ilmu keagamaan,Ahmad Khatib Sambas kemudian dikirim oleh orang tuanya untuk meneruskan pendidikannya ke Timur Tengah, khususnya Mekkah. Maka pada tahun 1820 M.Ahmad Khatib Sambas pun berangkat ke tanah suci untuk menuntaskan dahaga keilmuannya. Dari sini kemudian ia menikah dengan seorang wanita Arab keturunan Melayu dan menetap di Makkah. Sejak saat itu, Ahmad Khatib Sambas memutuskan menetap di Makkah sampai wafat pada tahun 1875 M.Guru-guru dan Murid Di antara guru Ahmad Khatib Sambas semasa menuntut ilmu di tanah suci adalah Syeikh Daud bin Abdullah al-Fatani, seorang Syeikh terkenal yang berdomisili di Makkah, dan Syeikh Abdus Shomad al-Palimbani. Syeikh Abdulhafidzz al-Ajami, Ahmad al-Marzuqi al-Makki al-Maliki. Sedangkan mengingat masa meninggalnya Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah Oktober 1812 M. setelah mengabdi di tanah air selama empat puluh tahun, dan Beliau berangkat ke tanah suci pada tahun 1820 M. maka tidak mengherankan jika Beliau pun diduga sebagai salah satu guru Ahmad KhatibSambas. Dalam hemat penulis, sangat mungkin Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah guru Beliau sewaktu belum berangkat ke tanah suci.Pendapat ini setidaknya mematahkan penolakan bahwa Ahmad Katib Sambas tidaklah mungkin pernah bertemu dengan Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Mengingat tradisi nomaden dan situasi politik era perdagangan maritim yang telah dijelaskan sebelumnya, maka sebenarnya sangat mungkin bagi AhmadKatib Sambas untuk bertemu dengan Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari,terutama bersama dengan bimbingan pamannya yang juga adalah seorang ulama. Ketika kemudian Ahmad Khatib telah menjadi seorang ulama, ia pun memiliki andil yang sangat besar dalam perkembangan kehidupan keagamaan diNusantara, meskipun sejak kepergiannya ke tanah suci, ia tidaklah pernah kembali lagi ke tanah air. Masyarakat Jawa dan Madura, mengetahui disiplin ilmu Syeikh Sambas, demikian para ulama menyebutnya kemudian, melalui ajaran-ajarannya setelahmereka kembali dari Makkah. Syeikh Sambas merupakan ulama yang sangatberpengaruh, dan juga banyak melahirkan ulama-ulama terkemuka dalambidang fiqh dan tafsir, termasuk Syeikh Nawawi al-Bantani adalah salah seorangdi antara murid-murid Beliau yang berhasil menjadi ulama termasyhur.Salah satunya adalah Syeikh Abdul Karim Banten yang terkenal sebagaiSulthanus Syeikh. Ulama ini terkenal keras dalam imperialisme Belanda padatahun 1888 dan mengobarkan pemberontakan yang terkenal sebagaipemberontakan Petani Banten. Namun sayang, perjuangan fisiknya ini gagal,kemudian meninggalkan Banten menuju Makkah untuk menggantikan SyeikhAhmad Khatib Sambas.Syeikh Ahmad Khatob Sambas dalam mengajarkan disiplin ilmu Islam bekerjasama dengan para Syeikh besar lainnya yang bukan pengikut thariqat sepertiSyaikh Tolhah dari Cirebon, dan Syaikh Ahmad Hasbullah bin Muhammad dari Madura, keduanya pernah menetap di Makkah.Sebagian besar penulis Eropa membuat catatan salah, ketika mereka menyatakan bahwa sebagian besar Ulama Indonesia bermusuhan dengan pengikut sufi. Hal terpenting yang perlu ditekankan adalah bahwa Syeikh Sambas adalah sebagai seorang Ulama (dalam asti intelektual), yan g jugasebagai seorang sufi (dalam arti pemuka thariqat) serta seorang pemimpin umatyang memiliki banyak sekali murid di Nusantara.Hal ini dikarenakan perkumpulan Thariqat Qadiriyyah wa Naqsabhandiyyah yangdidirikannya, telah menarik perhatian sebagian masyarakat muslim Indonesia,khususnya di wilayah Madura, Banten, dan Cirebon, dan tersebar luas hingga ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei Darussalam. Peranan dan Karya Perlawanan yang dilakukan oleh suku Sasak, pengikut Thariqat Qadiriyyah waNaqshabandiyyah yang dipimpin oleh Syeikh Guru Bangkol juga merupakanbukti yang melengkapi pemberontakan petani Banten, bahwa perlawananterhadap pemerintahan Belanda juga dipicu oleh keikutsertaan mereka padaperkumpulan Thariqoh yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Khatib Sambas ini.Thariqat Qadiriyyah wan Naqshabandiyyah mempunyai peranan penting dalam kehidupan muslim Indonesia, terutama dalam membantu membentuk karakter masyarakat Indonesia. Bukan semata karena Syaikh Ahmad Khatib Sambas sebagai pendiri adalah orang dari Nusantara, tetapi bahwa para pengikut keduaThariqat ini adalah para pejuang yang dengan gigih senantiasa mengobarkan perlawanan terhadap imperialisme Belanda dan terus berjuang melalui gerakan sosial-keagamaan dan institusi pendidikan setelah kemerdekaan.Ajarah Syeikh Ahmad Khatib Sambas hingga saat ini dapat dikenali dari karya Fathul Arifin yang merupakah notulensi dari ceramah-ceramahnya yang ditulisoleh salah seorang muridnya, Muhammad Ismail bin Abdurrahim. Notulensi inidibukukan di Makkah pada tanggal tahun 1295 H. kitab ini memuat tentang tatacara, baiat, talqin, dzikir, muqarobah dan silsilah Thariqah Qadiriyyah wanNaqsyabandiyah.Buku inilah yang hingga saat ini masih dijadikan pegangan oleh para mursyiddan pengikut Thariqah Qadiriyyah wan Naqsyabandiyah untuk melaksanakanprosesi-prosesi peribadahan khusus mereka. Dengan demikian maka tentu sajanama Syeikh Ahmad Khatib Sambas selalu dikenang dan di panjatkan dalamsetiap doa dan munajah para pengikut Thariqah ini.Walaupun Syeikh Ahmad Khatib Sambas termasyhur sebagai seorang tokoh sufi, namun Beliau juga menghasilkan karya dalam bidang ilmu fikih yang berupa manusrkip risalah Jum’at. Naskah tulisan tangan ini dijumpai tahun 1986, bekas koleksi Haji Manshur yang berasal dari Pulau Subi, Kepulauan Riau. Ajaran Syeikh Ahmad Khatib Sambas Ajaran Syeikh Ahmad Khatib Sambas adalah Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah memiliki ajaran yang diyakini kebenarannya, terutama dalam hal-hal kesufian. Beberapa ajaran yang merupakan pandangan para pengikut tarekat ini bertalian dengan masalah tarekat atau metode untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Metode tersebut diyakini paling efektif dan efisien. Karena ajaran dalam tarekat ini semuanya didasarkan pada Al-Qur'an, Al-Hadits, dan perkataan para 'ulama arifin dari kalangan Salafus shalihin. Thariqat Qadiriyyah dan Naqshabandiyyah mempunyai peranan penting dalam kehidupan muslim Indonesia. Dan yang sangat penting adalah membantu dalam membentuk karakter masyarakat Indonesia. Bukan karena Syekh Ahmad Khatib Sambas sebagai pendiri adalah orang lokal (Indonesia) tetapi para pengikut kedua Thariqat ini ikut berjuang dengan gigih terhadap imperialisme Belanda dan terus berjuang melalui gerakan sosial-keagamaan dan institusi pendidikan setelah kemerdekaan. Survey tentang sejarah Thariqat Qadiriyyah dan Naqshabandiyyah mempunyai hubungan yang erat dengan pembangunan masyarakat Indonesia. Thariqat ini merupakan salah satu keunikan masyarakat muslim Indonesia, bukan karena alasan yang dijelaskan di atas, tetapi praktek-praktek Thariqat ini menghiasi kepercayaan dan budaya masyarakat Indonesia. Tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyyah secara substansial merupakan aktualisasi seluruh ajaran Islam (Islam Kaffah); dalam segala aspek kehidupan. Tujuan Thariqat Qadiriyyah dan Naqshabandiyyah adalah tujuan Islam itu sendiri. Menurut sumber utamanya, Alquran, Islam sebagai agama diturunkan untuk membawa umat manusia ke jalan yang lurus, jalan keselamatan yang bermuara pada kesejahteraan di dunia dan kebahagiaan di akhirat (hasanah fi al-dunya dan hasanah fil al-akhirat). Thariqat Qadiriyyah dan Naqshabandiyyah membawa manusia kepada Tuhan, dan secara horizontal memberikan rambu-rambu dan prinsip-prinsip bagaimana seharusnya hidup secara bersama dalam masyarakat. Tanbih mengandung ajaran moral, menyangkut perbagai kehidupan. Pandangan Tarekat Qadiriyyah Naqsabandiyyah menyangkut dengan Negara, misalnya, dapat dilihat dalam huraian Tanbih sebagai berikut: “Pun kami tempat orang bertanya tentang Tariqah Qadiriyyah wa Naqsabandiyyah, menghaturkan dengan tulus ikhlas, wasiat kepada segenap murid-murid; berhati-hatilah dalam segala hal, jangan sampai berbuat yang bertentangan dengan peraturan Agama maupun Negara. Insapilah , wahai murid-murid sekalian, janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan syaitan, waspadailah akan jalan penyelewengan terhadap perintah Agama maupun Negara, agar dapat meneliti diri kalau tertarik oleh bisikan Iblis yang selalu menyelinap dalam hati sanubari kita”. Pandangan filosofis Thariqat Qadiriyyah dan Naqshabandiyyah mengenai hubungan kemasyarakatan, baik dengan sesama muslim mahupun dengan yang bukan muslim, dapat dilihat dalam bagian uraian Tanbih berikut: 
  1. Terhadap orang-orang yang lebih tinggi dari kita, baik zahir maupun batin, harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup rukun saling menghargai. 
  2. 2. Terhadap sesama yang sederajat dengan kita dalam segala-galanya jangan sampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap rendah hati bergotong- royong dalam melaksanakan perintah Agama maupun Negara, jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaaan, kalau-kalau kita terkena firmanNya “Adzabun Alim” yang artinya duka nestapa untuk selama-lamanya dari dunia hingga akhirat; 
  3. 3. Terhadap orang-orang yang keadaannya di bawah kita, janganlah menghinanya atau berbuat tidak senonoh bersika angkuh, sebaliknya harus bersikap belas kasihan dengan kesadaran, agar mereka merasa senang dan gembira hatinya harus dituntun dan dibimbing dengan nasihat yang lemah lembut yang akan memberi keinsafan dalam menginjak jalan kebajikan; 
  4. Terhadap fakir miskin, harus kasih sayang, ramah tamah serta bermanis budi, bersikap murah tangan, mencerminkan bahwa kita sadar. Coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan kekurangan. Demikianlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh kesadaran meskipun terhadap orang asing karena mereka itu masih keturunan Nabi Adam as. 
Mengingat ayat 70 surat Isra yang artinya:“Sangat Kami muliakan keturunan Nabi Adam dan Kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, juga Kami mengutamakan mereka lebih utama dari makhluk lainnya”. Kesimpulan dari ayat ini bahwa kita sekalian seharusnya saling menghargai, jangan timbul kekecewaan, mengingat surat Al-Maidah yang artinya: “Hendaklah kalian saling tolong menolong dalam melaksanakan kebajikan dan ketakwaan sungguh-sungguh terhadap Agama maupun Negara, sebaliknya jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan bermusuhan terhadap perintah Agama maupun Negara”. Intisari tanbih di atas menjelaskan kepada kita bagaimana model ideal interaksi antara kita dengan orang yang lebih tinggi dari kita, dengan sesama, dalam erti yang sedarjat dalam segalanya, dengan orang yang ada di bawah kita dan dengan fakir miskin. Tanbih menjelaskan bahwa kedamaian zahir batin akan terwujud di tengah-tengah masyarakat manakala masing-masing individu berpegang teguh terhadap etika sosial:
Selengkapnya...

Tuesday, 21 February 2012

Pasar

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang. Dalam ilmu ekonomi mainstream, konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi. Pertukaran barang atau jasa untuk uang adalah transaksi. Pasar peserta terdiri dari semua pembeli dan penjual yang baik yang memengaruhi harga nya. Pengaruh ini merupakan studi utama ekonomi dan telah melahirkan beberapa teori dan model tentang kekuatan pasar dasar penawaran dan permintaan. Ada dua peran di pasar, pembeli dan penjual. Pasar memfasilitasi perdagangan dan memungkinkan distribusi dan alokasi sumber daya dalam masyarakat. Pasar mengizinkan semua item yang diperdagangkan untuk dievaluasi dan harga. Sebuah pasar muncul lebih atau kurang spontan atau sengaja dibangun oleh interaksi manusia untuk memungkinkan pertukaran hak (alih. kepemilikan) jasa dan barang. Secara historis, pasar berasal di pasar fisik yang sering akan berkembang menjadi - atau dari - komunitas kecil, kota dan kota Klasifikasi Pasar Pasar tradisional Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Flamboyan , pasar teratai, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern. Pasar modern Pasar modern tidak banyak berbeda dari pasar tradisional, namun pasar jenis ini penjual dan pembeli tidak bertransakasi secara langsung melainkan pembeli melihat label harga yang tercantum dalam barang (barcode), berada dalam bangunan dan pelayanannya dilakukan secara mandiri (swalayan) atau dilayani oleh pramuniaga. Barang-barang yang dijual, selain bahan makanan makanan seperti; buah, sayuran, daging; sebagian besar barang lainnya yang dijual adalah barang yang dapat bertahan lama. Contoh dari pasar modern adalah hypermarket, pasar swalayan (supermarket), dan minimarket. Pasar dapat dikategorikan dalam beberapa hal. Yaitu menurut jenisnya, jenis barang yang dijual, lokasi pasar, hari, luas jangkauan dan wujud. 
  1. Pasar Menurut Jenisnya a.Pasar Konsumsi Pasar konsumsi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan konsumsi. Misalnya menjual beras, sandal, lukisan, dll. Contohnya adalah Pasar Mergan di Malang, Pasar Kramat Jati di Jakarta, dll. b. Pasar Faktor Produksi Pasar faktor produksi adalah pasar yang menjual barang-barang untuk keperluan produksi. Misalnya menjual mesin-mesin untuk alat produksi barang, lahan untuk pabrik, dll. 
  2. Menurut Jenis Barang yang Dijual Pasar menurut jenis barang yang dijual dapat dibagi menjadi pasar ikan, pasar buah, dll. 
  3. Pasar Menurut Lokasi Pasar menurut lokasi misalnya Pasar Kebayoran yang berlokasi di Kebayoran Lama, dll. 
  4. Pasar Menurut Hari Pasar menurut hari dinamakan sesuai hari pasar itu dibuka. Misalnya Pasar Rebo dibuka khusus hari Rabu, Pasar Minggu dibuka khusus hari Minggu, Pasar Senen dibuka khusus hari Senin, Pasar Wage Purwokerto, dll. 
  5. Pasar Menurut Luas Jangkauan a. Pasar Daerah Pasar Daerah membeli dan menjual produk dalam satu daerah produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar daerah melayani permintaan dan penawaran dalam satu daerah. b. Pasar Lokal Pasar lokal adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu kota tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar lokal melayani permintaan dan penawaran dalam satu kota. c. Pasar Nasional Pasar nasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dalam satu negara tempat produk itu dihasilkan. Bisa juga dikatakan pasar nasional melayani permintaan dan penjualan dari dalam negeri. d. Pasar Internasional Pasar internasional adalah pasar yang membeli dan menjual produk dari beberapa negara. Bisa juga dikatakan luas jangkauannya di seluruh dunia. 
  6. Pasar Menurut Wujud a. Pasar Konkret Pasar Konkret adalah pasar yang lokasinya dapat dilihat dengan kasat mata. Misalnya ada los-los, toko-toko, dll. Di pasar konkret, produk yang dijual dan dibeli juga dapat dilihat dengan kasat mata. Konsumen dan produsen juga dapat dengan mudah dibedakan. b. Pasar Abstrak Pasar Abstrak adalah pasar yang lokasinya tidak dapat dilihat dengan kasat mata.konsumen dan produsen tidak bertemu secara langsung.Biasanya dapat melalui internet, pemesanan telepon, dll. Barang yang diperjual belikan tidak dapat dilihat dengan kasat mata, tapi pada umumnya melalui brosur, rekomendasi, dll. Kita juga tidak dapat melihat konsumen dan produsen bersamaan, atau bisa dikatakan sulit membedakan produsen dan konsumen sekaligus
Selengkapnya...

Saturday, 11 February 2012

conto soal Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa


1.   Tuan andi berusaha dalam bidang  percetakan. Ia bermaksud membuat usahanya berkembang lebih pesat, pada tangal 2 oktober 2011ia menyewa sebuah gedung. Sebelumnya ia telah menjalankna usahanya dirumah sendiri. Harta kekayaan yang berasal dari usaha klama  dipndahkn ke perusahaan baru, yang terdiri dari atas uang tunai Rp 1.100.000 piutang dagang Rp 600.000; perlengkapan kantor Rp. 400.000; dan peralatan percetakan Rp. 4.200.000. dan tanggal 2 oktober dipilih sebagai tanggal permulaan usahanya. Dengan nama Andi Offset.
2.      Tanggal 2 Oktober 2011dibayar sewa gedung untuk 3 bulan sebesar Rp. 600.000
3.   Tanggal 3 oktober 2011 dibeli secar kredit peralatan percetakan yang baru dari PT. Jaya seharga Rp 1.800.000
4.    Tanggal 4 oktober 2011 ditemima uang sebesar Rp. 525.000 dari langganan sebagai pembayan hutang-hutang mereka
5.      Tanggal 6 oktober dibayar biaya iklan di surat kabar sebesar Rp. 38.000
6.  Tanggal 10 oktober 2011 dibayar hutang kepada PT Jaya sebesar Rp. 400.000 sebagai angsuran pembelian mesin yang dilakukan pada tanggal 3 oktober 2011
7.      Tanggal 13 oktober 2011 dibayar gaji pegawi untuk periode 2 minggu sebesar Rp 320.000
8.      Tanggal 16 oktober 2011 diterima uang sebesar Rp. 960.000 yang berasal dari penjualan tunai
9.      Tanggal 20 oktober 2011 dibeli supplies kantor Rp. 350.000 secara tunai
10.  Tanggal 27 oktober dibayar gaji pegawai untuk periode dua minggu kedua bulan oktober sebesar Rp. 320.000
11.  Tanggal 31 oktober 2011 dibayar biaya listrik untuk bualn oktober sebesar Rp. 65.000
12.  Tanggal 31 oktober 20011dicatat penjualan tunai selama bualn oktober 2011 sebesar Rp 1.070.000
13.  Tanggal 31 oktober 20011 dicatat penjualan kredit selam bualn oktober sebesar Rp 510.000
14.  Tanggal 31 oktober 20011tuan andi mengambil uang sebesar Rp. 500.000 untuk keperluan pribadi

Selengkapnya...

Wednesday, 8 February 2012

Landasan dan Asas-Asas Pendidikan serta Penerapannya

Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematis-sistemik selalu bertolak darisejumlah landasan serta pengindahan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas tersebut sangat penting, karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap perkembangan manusia dan masyarakat bangsa tertentu. Beberapa landasan pendidikan tersebut adalah landasan filosofis, sosiologis, dan kultural, yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan. Selanjutnya landasan ilmiah dan teknologi akan mendorong pendidikan untuk mnjemput masa depan.
A.    LANDASAN PENDIDIKAN
1.     Landasan Filososfis
a.   Pengertian Landasan Filosofis
Landasan filosofis bersumber dari pandangan-pandanagan dalam filsafat pendidikan, meyangkut keyakianan terhadap hakekat manusia, keyakinan tentang sumber nilai, hakekat pengetahuan, dan tentang kehidupan yang lebih baik dijalankan. Aliran filsafat yang kita kenal sampai saat ini adalah Idealisme, Realisme, Perenialisme, Esensialisme, Pragmatisme dan Progresivisme dan Ekstensialisme
1.     ­Esensialisme
Esensialisme adalah mashab pendidikan yang mengutamakan pelajaran teoretik (liberal arts) atau bahan ajar esensial.
2.     Perenialisme
Perensialisme adalah aliran pendidikan yang megutamakan bahan ajaran konstan (perenial) yakni kebenaran, keindahan, cinta kepada kebaikan universal.
3.     Pragmatisme dan Progresifme
Prakmatisme adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatu dari nilai kegunaan praktis, di bidang pendidikan, aliran ini melahirkan progresivisme yang menentang pendidikan tradisional.
4.     Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme adalah mazhab filsafat pendidikan yang menempatkan sekolah/lembaga pendidikan sebagai pelopor perubahan masyarakat.
b.   Pancasila sebagai Landasan Filosofis Sistem Pendidkan Nasional
Pasal 2 UU RI No.2 Tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan UUD 1945. sedangkan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P4 menegaskan pula bahwa Pancasila adalah jiwa seluruh rakyat indonesia, kepribadian bangsa Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan dasar negara Indonesia.

2.     Landasan Sosiolagis
a.   ­Pengertian Landasan Sosiologis
Dasar sosiolagis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik masayarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisi ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiolagi  pendidikan meliputi empat bidang:
1.     Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain.
2.     hubunan kemanusiaan.
3.     Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya.
4.     Sekolah dalam komunitas,yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.
b.   Masyarakat indonesia sebagai Landasan Sosiologis Sistem Pendidikan Nasional
Perkembangan masyarakat Indonesia dari masa ke masa telah mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan komplek.
Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuhkembangkan KeBhineka tunggal Ika-an, baik melalui kegiatan jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)
3.     Landasan Kultural
a.   Pengertian Landasan Kultural
Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/ dikembangkan dengan jalur mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal.
Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai denga perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nlai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usaha-usaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga.
b.   Kebudayaan sebagai Landasan Sistem Pendidkan Nasional
Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebineka tunggal ikaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini harsulah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara indonesia sebagai sisi ketunggal-ikaan.
4.     Landasan Psikologis
a.   Pengertian Landasan Filosofis
Dasar psikologis berkaitan dengan prinsip-prinsip belajar dan perkembangan anak. Pemahaman etrhadap peserta didik, utamanya yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, hasil kajian dan penemuan psikologis sangat diperlukan penerapannya dalam bidang pendidikan.
Sebagai implikasinya pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik, sekalipun mereka memiliki kesamaan. Penyusunan kurikulum perlu berhati-hati dalam menentukan jenjang pengalaman belajar yang akan dijadikan garis-garis besar pengajaran serta tingkat kerincian bahan belajar yang digariskan.
b.   Perkembangan Peserta Didik sebagai Landasan Psikologis
Pemahaman tumbuh kembang manusia sangat penting sebagai bekal dasar untuk memahami peserta didik dan menemukan keputusan dan atau tindakan yang tepat dalam membantu proses tumbuh kembang itu secara efektif dan efisien.
5.     Landasan Ilmiah dan Teknologis
a.   Pengertian Landasan IPTEK
Kebutuhan pendidikan yang mendesak cenderung memaksa tenaga pendidik untuk mengadopsinya teknologi dari berbagai bidang teknologi ke  dalam penyelenggaraan pendidikan. Pendidikan yang berkaitan erat dengan proses penyaluran pengetahuan haruslah mendapat perhatian yang proporsional dalam bahan ajaran, dengan demikian pendidikan bukan hanya berperan dalam pewarisan IPTEK tetapi juga ikut menyiapkan manusia yang sadar IPTEK dan calon pakar IPTEK itu. Selanjutnya pendidikan akan dapat mewujudkan fungsinya dalam pelestarian dan pengembangan iptek tersebut.
b.   Perkembangan IPTEK sebagai Landasan Ilmiah
Iptek merupakan salah satu hasil pemikiran manusia untuk mencapai kehidupan yang lebih baik, yang dimualai pada permulaan kehidupan manusia. Lembaga pendidikan, utamanya pendidikan jalur sekolah harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan iptek. Bahan ajar sejogjanya hasil perkembangan iptek mutahir, baik yang berkaitan dengan hasil perolehan informasi maupun cara memproleh informasi itu dan manfaatnya bagi masyarakat
B.    ASAS-ASAS POKOK PENDIDIKAN
Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Khusu s di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Diantara  asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan asas Kemandirian dalam belajar.
1.     Asas Tut Wuri Handayani
Sebagai asas pertama, tut wuri handayani merupakan inti dari sitem Among perguruan. Asas yang dikumandangkan oleh Ki Hajar Dwantara ini kemudian dikembangkan oleh Drs. R.M.P. Sostrokartono dengan menambahkan dua semboyan lagi, yaitu Ing Ngarso Sung Sung Tulodo dan Ing Madyo Mangun Karso.
Kini ketiga semboyan tersebut telah menyatu menjadi satu kesatuan asas yaitu:
  • Ing Ngarso Sung Tulodo ( jika di depan memberi contoh)
  • Ing Madyo Mangun Karso (jika ditengah-tengah memberi dukungan dan semangat)
  • Tut Wuri Handayani (jika di belakang memberi dorongan)
2.     Asas Belajar Sepanjang Hayat
Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Kurikulum yang dapat meracang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi yaitu dimensi vertikal dan horisontal.
  • Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan.
  • Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah.
3.     Asas Kemandirian dalam Belajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, sedini mungkin dikembangkan kemandirian dalam belajar itu dengan menghindari campur tangan guru, namun guru selalu suiap untuk ulur tangan bila diperlukan.
Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalamperan utama sebagai fasilitator dan motifator. Salah satu pendekatan yang memberikan peluang dalam melatih kemandirian belajar peserta didik adalah sitem CBSA (Cara Belajar Siwa Aktif).
Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Selengkapnya...

SNMPTN 2012

SNMPTN 2012 SNMPTN 2012 dilaksanakan melalui dua jalur
1. jalur undanagn berdasarkan penjaringan prestasi akademik dan
2. jalur ujian tertulis dan/atau keterampilan

jadwal penting yang harus diketahui peserta SNMPTN 2012 jalur undangan
1. pendaftarn : 1 februari-8 maret 2012,
2. pengumuman hasil : 25 mei 2012
3. registrasi 12-13 juni 2012

jalur ujian tertulis/keterampilan
1. pendafaran : 10-31 mei 2012
2. ujian tertulis, tes potensi akademik, tes bidang studi dasar : 12 Juni 2012
    tes bisang studi IPA dan IPS :13 juni 2012
3, ujian keterampilan 14-15 juni 2012
4. pengumuman hasil :7 juni 2012
Pendaftaran jalur undanagn http://undangan.snmptn.ac.id
biaya jalur undangan Rp. 175.000
pendaftaran ujian tertulis http://ujian.snmptn.ac.id
biaya
1. Rp. 150.000 per peserta untuk kelompok IPA atau IPs
2. Rp. 175.000 per peserta untuk kelompok IPC (IPA +IPS)
3. Rp. 150.000 per peserta ujian keterampilan bagi yang memilih program studi yang mempersyaratkan ujian    keterampilan. Selengkapnya...

Sunday, 22 January 2012

Buku besar

Pengertian buku besar adalah kumpulan akun-akun yang berasal dari jurnal umum dan jurnal khusus yang telah disusun sesuai dengan kode akun. buku besar merupakan dasar untuk pembuantan laporan keuangan seperti neraca dan laporan rugi/laba. akun buku besar dapat digolongkan menjadi dua yaitu akun permanen adalah akun yang saldonya akan berlanjut dari satu periode ke periode berikutnya dan pelaporannya berbentuk neraca. jenis-jenis akun pemanen aktiva, kewajiban, da modal. akun nominal adalah akun yang saldonya berakhir dalam satu periode dan pelaporannya dalam bentuk laporan rugi/laba. jenis akun nominal pendapatan dan beban.

fungsi buku besar
a. untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal
b. untuk menggolongkan data keuangan dan mengetahui jumlah rekenging yang telah terjadi
c. dasar penggolongan transaksi ygn telah dicatat dalam jurnal
d. data dan sumber untuk menyusun laporan keuangan.

buku besar pembantu
buku besar pembantu adalah kumpulan akun-akunn yang membeirkan rincian kepada akun buku besar. fungsinya memberikan rincian secara terperinci kepada akun buku besar. buku besar pembanti terdiri dari : buku besar pembatu piutang berfusngsi mencatat perincian piutang perusahaan kpda langganan. buku besar pembantu utang berfungsi mencatat perincian utang kepada masing-masing kriditur
Selengkapnya...